Pengertian User Interface
User interface adalah cara program dan user berkomunikasi. Istilah user
interface atau interface kadang-kadang digunakan sebagai penggati
istilah HCI (Human Computer Interaction). HCI (Human Computer Interface)
adalah semua aspek dari interaksi pengguna dan computer, tidak hanya
hardware. Semuanya yang terlhat dilayar, membaca dalam dokumentasi dan
dimanipulasi dengan keyboard (atau mouse) merupaka bagian dari user
interface.
User Interface berfungsi untuk menghubungkan atau penterjemah informasi
antara pengguna dengan system operasi, sehingga computer dapat
digunakan. Dengan demikian, user interface bisa juga diartikan sebagai
mekanisme inter-relasi atau integrasi total dari perangkat keras dan
lunak yang membentuk pengalaman bekomputer. Use interface dari sisi
software bias berbentuk Graphical User Interface (GUI) atau Command Line
Interfae (CLI), sedangkan dari sisi hardware bias berbentuk Aplle
Desktop Bus (ADB), USB, dan fire wire.
Konsep User Interface
Mengkonsep user interface secra benar tidaklah mudah. Terdapat begitu
banyak aspek yang pelu diperhatikan. User interface akan mengacu pada
beragam aplikasi teknologi mulai dari electronic display, software
aplikasi computer,aplikasi web, aplikasi mobile,hingga aplikasi kiosk
Informasi public. Kioks adalah peralatan sistem informasi publik yang
dirancang sedemikian rupa yang ditujukan untuk beragam kondisi user,
baik secara usia, gender, latar belakang kultural, tingkat pemahaman dan
pendidikan bahkan kondisi keterbatasan fisik yang berbeda.
Tehnik antar muka /interface
Terdapat tiga tehknik antar muka / inter face:
•Linguistic styles
•Key modal styles
•Direct manipulation styles
LINGUISTIC STYLES
Linguistic styles adalah penyampaian “aksi” melalui bahasa yang dimengerti oleh computer. Cirri teknik ini antara lain:
•Masukan aksi melalui papan ketik alphabet yang ditulis atau diketik.
•Bahasa yang dimengerti oleh computer merupakan bagian kecil dari bahasa manusia
•Adanya aturan penulisan (syntax) dan semantic untuk menyatakan perintah
KEY MODALS STYLE
Key Modals Style adalah penyampaian aksi melalui penekanan tombol-tombol
yang deprogram sebelumnya untuk menjalankan fungsi-fungsi. Cir teknik
ini antara lain:
•Masukan aksi melalui tombol fungsi atau tombol alphabet
•Instruksi langkah demi langkah
•Digunakan dalam system berjalan
DIRECT MANIPULATION STYLE
Direct Manipulation Style adalah penyampaian perintah melalui manipulas objek tertentu. Cirri teknik ini antara lain:
•Ditampilkannya objek untuk interaksi pengguna
•Ditampilkannya penunjuk untuk memanipulasi objek
•Perintah diterapkan langsung pada objek
•Respon seketika pada fungsi objek
Jenis-jenis User Interface
Ada dua jenis user interface, yaitu:
•Command Line Inteface (CLI) :
CLI (Command Line Interface) adalah tipe antarmuka dimana penggun
berinteraksi dengan system operasi melalui text terminal. CLI adalah
sebuah bentuk antarmuka antara sistem operasi dan pemakai dimana pemakai
mengetikkan perintah-perintah dengan menggunakan perintah dalam bentuk
teks dan sebuah metode untuk memasukinya.
Pengguna CLI biasanya adalah administrator sistem berbasis sistem
operasi LINUX. Setiap sistem operasi memberi nama CLI- nya
berbeda-beda. Unix member nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain
sebagainya. Ms-Dos memberi nama CLI-nya command.com atau command prompt.
Sedangkan Windows Vista, Microsoft menamakannya Powershell. Pengguna
Linux mengenal CLI pada Linux sebagai Terminal, sedangkan pada Apple
atau machintosh namanya adalah commandshell.
•Graphical User Interface (GUI)
Saat ini interface yang banyak digunakan dalam software adalah GUI
(Graphical User Interface). Penganut GUI biasanya adalah mereka yang
sudah terbiasa dengan system operasi Wndows. Bagi mereka, GUI adalah
harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk
berinteraksi dengan system operasi melalui gambar-gambar grafik, kon,
dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau
track ball.
Sama seperti CL, tiap-tiap siste operasi memiliki nama tersendiri untuk
komponen GUI-nya. Pada Apple Mac OS X, GUI-nya disebut Aqua. Microsoft
member nama GUI pada Windows XP sebagai Lunar dan GUI Windows Vista
sebagai Aero. Pada Linux, ada dua pengembangan utama desktop
environment, yang masing-masing menghasilkan roduk KDE (K Desktop
Environment) dan GNOME.
Bahasa dalam User Interface
Tujuan sebuah user interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem
yang tersedia agar user mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut.
Dalam hal ini penggunaan bahasa amat efektif untuk membantu pengertian,
karena bahasa merupakan alat tertua yang dipakai orang untuk
berkomunikasi sehari-harinya. Praktis semua pengguna komputer dan
Interface dapat mengerti tulisan.
Meski pada umumnya panduan user interface menyarankan agar ikon tidak
diberi tulisan supaya tetap mandiri dari bahasa, namun elemen user
interface lain seperti teks pada tombol, caption window, atau teks-teks
singkat di sebelah kotak input dan tombol pilihan semua menggunakan
bahasa. Tanpa bahasa pun kadang ikon bisa tidak jelas maknanya, sebab
tidak semua lambang ikon bisa bersifat universal.
Meskipun penting, namun sayangnya kadang penggunaan bahasa, seperti
pemilihan istilah, sering sekali dianggap kurang begitu penting.
Terlebih dari itu dalam dunia desain situs Web yang serba grafis, bahasa
sering menjadi sesuatu yang nomor dua ketimbang elemen-elemen interface
lainnya. Artikel ini akan mencoba memberikan beberapa pertimbangan
pemilihan bahasa dan istilah untuk meningkatkan usability melalui
perbaikan komunikasi dengan user.
reference http://senalastiansah.blogspot.com/2012/10/pengertian-user-interface-user.html
Sabtu, 14 September 2013
Pengertian MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL
(DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi dari
system manajemen basisdata relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan
telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000
tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.
MySQL AB merupakan perusahaan komersial Swedia yang mensponsori dan yang memiliki MySQL. Pendiri MySQL AB adalah dua orang Swedia yang bernama David Axmark, Allan Larsson dan satu orang Finlandia bernama Michael “Monty”. Setiap pengguna MySQL dapat menggunakannya secara bebas yang didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL(General Public License) namun tidak boleh menjadikan produk turunan yang bersifat komersial.
Pada saat ini MySQL merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, semua itu tak lain karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database yaitu SQL. SQL (Structured Query Language) pertama kali diterapkan pada sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM yang bernama system R. Kemudian SQL juga dikembangan oleh Oracle, Informix dan Sybase. Dengan menggunakan SQL, proses pengaksesan database lebih user-friendly dibandingan dengan yang lain, misalnya dBase atau Clipper karena mereka masih menggunakan perintah-perintah pemrograman murni.
SQL dapat digunakan secara berdiri sendiri maupun di lekatkan pada bahasa pemograman seperti C, dan Delphi.
1. Elemen SQL
Elemen dari SQL yang paling dasar antara lain pernyataan, nama, tipe data, ekspresi, konstanta dan fungsi bawaan.
Pernyataan dasar SQL antara lain :
1. Tipe data numerik antara lain :
Misalnya : jumlah=harga-diskon
Ekspresi aritmatika antara lain :
Pernyataan SQL dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok, yaitu : DDL, DML dan DCL.
1.Pernyataan SQL kelompok DDL (Data Defination Language)
DDL berfungsi untuk mendefinisikan atribut basis data, table, atribut(kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. Perintah yang digunakan biasanya : CREATE, ALTER, dan DROP
DML berfungsi untuk memanipuladi data yang ada di dalam basis data, contohnya untuk pengambilan data, penyisipan data, pengubahan data dan penghapusan data.
Perintah yang digunakan biasanya adalah : INSERT, DELETE, UPDATE, dan SELECT.
MySQL AB merupakan perusahaan komersial Swedia yang mensponsori dan yang memiliki MySQL. Pendiri MySQL AB adalah dua orang Swedia yang bernama David Axmark, Allan Larsson dan satu orang Finlandia bernama Michael “Monty”. Setiap pengguna MySQL dapat menggunakannya secara bebas yang didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL(General Public License) namun tidak boleh menjadikan produk turunan yang bersifat komersial.
Pada saat ini MySQL merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, semua itu tak lain karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database yaitu SQL. SQL (Structured Query Language) pertama kali diterapkan pada sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM yang bernama system R. Kemudian SQL juga dikembangan oleh Oracle, Informix dan Sybase. Dengan menggunakan SQL, proses pengaksesan database lebih user-friendly dibandingan dengan yang lain, misalnya dBase atau Clipper karena mereka masih menggunakan perintah-perintah pemrograman murni.
SQL dapat digunakan secara berdiri sendiri maupun di lekatkan pada bahasa pemograman seperti C, dan Delphi.
Berikut ini beberapa kelebihan MySQL sebagai database server antara lain :
- Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis.
- Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit.
- Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah.
- MySQL merupakan program yang multithreaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multiCPU.
- Didukung programprogram umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python, dsb.
- Bekerja pada berbagai platform. (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).
- Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.
- Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host.
- Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows.
- Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi.
1. Elemen SQL
Elemen dari SQL yang paling dasar antara lain pernyataan, nama, tipe data, ekspresi, konstanta dan fungsi bawaan.
- Pernyataan
Pernyataan dasar SQL antara lain :
- ALTER : Merubah struktur tabel
- COMMIT : Mengakhiri eksekusi transaksi
- CREATE : Membuat tabel, indeks
- DELETE : Menghapus baris pada sebuah tabel
- DROP : Menghapus tabel, indeks
- GRANT : Menugaskan hak terhadap basis data kepada user
- INSERT : Menambah baris pada tabel
- REVOKE : Membatalkan hak kepada basis data
- ROLLBACK : Mengembalikan pada keadaan semula apabila transaksi gagal dilaksanakan
- SELECT : Memilih baris dan kolom pada sebuah tabel
- UPDATE : Mengubah value pada baris sebuah tabel
- Nama
- Tipe data
1. Tipe data numerik antara lain :
- TINYINT : Nilai integer yang sangat kecil
- SMALLINT : Nilai integer yang kecil
- MEDIUMINT : Nilai integer yang sedang
- INT : Nilai integer dengan nilai standar
- BEGINT : Nilai integer dengan nilai besar
- FLOAT :Bilangan decimal dengan single-precission
- DOUBLE :Bilangan decimal dengan double-precission
- DECIMAL(M,D) : Bilangan float yang dinyatakan sebagai string. M : jumlah digit yang disimpan, D : jumlah angka dibelakang koma
- CHAR : Karakter yang memiliki panjang tetap yaitu sebanyak n
- VARCHAR : Karakter yang memiliki panjang tidak tetap yaitu maksimum n
- TINYBLOB : BLOB dengan ukuran sangat kecil
- BLOB : BLOB yang memiliki ukuran kecil
- MEDIUMBLOB : BLOB yang memiliki ukuran sedang
- LONGBLOB : BLOB yang memiliki ukuran besar
- TINYTEXT : teks dengan ukuran sangat kecil
- TEXT : teks yang memiliki ukuran kecil
- MEDIUMTEXT : teks yang memiliki ukuran sedang
- LONGTEXT : teks yang memiliki ukuran besar
- ENUM : kolom diisi dengan satu member enumerasi
- SET : Kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan
- DATE : date memiliki format tahun-bulan-tanggal
- TIME : time memiliki format jam-menit-detik
- DATETIME : gabungan dari format date dan time
- Ekspresi
Misalnya : jumlah=harga-diskon
Ekspresi aritmatika antara lain :
- + : tambah
- – : kurang
- / : bagi
- * : kali
- Konstanta
- Fungsi bawaan
- AVG(ekspresi) : digunakan untuk mencari nilai rata-rata dalam kolom dari tabel.
- COUNT(x) : digunakan untuk menghitung jumlah baris dari sebuah kolom dari tabel
- MAX(ekspresi) : digunakan untuk mencari nilai yang paling besar dari suatu kolom dari tabel
- MIN(ekspresi) : digunakan untuk mencari nilai yang paling kecil dari suatu kolom dari tabel
- SUM(ekspresi) : digunakan untuk mengitung jumlah keseluruhan dari suatu kolom dari tabel
Pernyataan SQL dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok, yaitu : DDL, DML dan DCL.
1.Pernyataan SQL kelompok DDL (Data Defination Language)
DDL berfungsi untuk mendefinisikan atribut basis data, table, atribut(kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. Perintah yang digunakan biasanya : CREATE, ALTER, dan DROP
- Membuat Database Syntax yang digunakan : CREATE DATABASE namadatabase;
- Menghapus Database Syntax yang digunakan : DROP DATABASE namadatabase;
- Membuat Tabel Syntax yang digunakan : CREATE TABLE namatabel;
- Menghapus Database Syntax yang digunakan : DROP DATABASE namadatabase;
- Menghapus Tabel Syntax yang digunakan : DROP TABEL namatabel;
- Mendefinisikan null/not null Syntax yang digunakan : CREATE TABLE namatabel
- Mendefinisikan Nilai Default Syntax yang digunakan : CREATE TABLE namatabel
- Mendefinisikan Primary Key pada Tabel Dapat dilakukan dengan 3 Syntax :
- Menghapus Primary Key pada Tabel Syntax yang digunakan ada 2 :
- Menambah Kolom Baru pada Tabel Syntax yang digunakan : ALTER TABEL NAMATABEL ADD newfield tipe;
- Mengubah Tipe Data atau Lebar Kolom pada Tabel Syntax yang digunakan : ALTER TABEL namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
- Mengubah Nama Kolom Syntax yang digunakan : ALTER TABEL namatabel CHANGE COLUMN namakolomlama namakolombaru tipe;
- Menghapus Kolom pada Tabel Syntax yang digunakan : ALTER TABEL namatabel DROP COLUMN namakolom;
- Mendefinisikan Foreign Key pada Tabel Dapat dilakukan dengan 2 Syntax :
- Menghapus Foreign Key Syntak yang digunakan : ALTER TABEL namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
( Field1 TipeData1 NOT NULL,
Field2 TipeData2
);
( Field1 TipeData1,
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
);
1) CREATE TABLE namatabel
( Field1 TipeData1 NOT NULL PRIMARY KEY,
Field2 TipeData2
);
2) CREATE TABLE namatabel
( Field1 TipeData1,
Field2 TipeData2,
PRIMARY KEY(Field1)
);
3) ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint PRIMARY KEY (NAMAKOLOM)
1) ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT NAMACONSTRAINT;
2) ALTER TABLE NAMATABEL DROP PRIMARY KEY;
1) CREATE TABLE namatabel
( Field1 TipeData1,
Field2 TipeData2,
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namakolominduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION)
2) ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namakolom) REFERENCES namatabelinduk (namakolominduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
DML berfungsi untuk memanipuladi data yang ada di dalam basis data, contohnya untuk pengambilan data, penyisipan data, pengubahan data dan penghapusan data.
Perintah yang digunakan biasanya adalah : INSERT, DELETE, UPDATE, dan SELECT.
- INSERT menambah baris pada tabel. Syntax yang paling sering digunakan : INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1, nilai2, nilai-n);
- DELETE Menghapus baris pada tabel. Syntax : DELETE FROM namatabel [where kondisi];
- UPDATE Mengubah isi beberapa kolom pada tabel. Syntax : UPDATE namatabel SET kolom1=nilai1, kolom2=nilai2 [where kondisi];
- SELECT Menampilkan isi dari suatu tabel yang bisa dihubungkan dengan tabel yang lainnya;
- Program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki mulit-CPU
- Didukung bahasa pemrograman umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python, TCL, APls dls.
- Bekerja pada berbagai platform
- Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi system database
- Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi system database
- Memiliki system sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host
- Mendukung ODBC untuk OS Microsoft Windows
- Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap
- Software yang free
- Saling terintegrasi dengan PHP
Kamis, 12 September 2013
Extreme Programming – Melakukan Pengembangan Perangkat Lunak dengan Lebih Sederhana
Permasalahan utama yang sering muncul dalam sebuah proyek pengembangan
perangkat lunak adalah perubahan requirement
yang begitu cepat. Hal ini
terjadi sebagai akibat perubahan-perubahan yang muncul baik pada aspek bisnis
maupun teknologi yang berlangsung lebih cepat daripada proses pengembangan
perangkat lunak itu sendiri. Extreme
Programming (XP) adalah sebuah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang
mencoba meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dari sebuah proyek
pengembangan perangkat lunak dengan mengkombinasikan berbagai ide sederhana.
Bayangkan diri anda
seorang project leader pada sebuah
proyek pengembangan perangkat lunak. Setelah berbulan-bulan mengembangkan
perangkat lunak dan proyek hampir selesai tiba-tiba saja di perusahaan klien
anda terjadi perubahan kebijakan yang berimplikasi pada perangkat lunak anda.
Betapa frustrasinya anda dan tim karena anda tidak bisa menolak
perubahan-perubahan yang diajukan klien tersebut karena kontrak anda
mengakomodasi adanya perubahan-perubahan tersebut. Hal tersebut seringkali
terjadi disebabkan lamanya proses pengembangan perangkat lunak. Proses
pengembangan Perangkat lunak yang kompleks dapat menghabiskan waktu
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum perangkat lunak dapat digunakan.
Padahal seringkali dalam waktu tersebut terjadi perubahan besar pada situasi
bisnis maupun teknologi yang bisa membuat perangkat lunak menjadi tidak relevan
lagi.
Extreme Programming (berikutnya akan disingkat sebagai XP) adalah sebuah pendekatan atau model
pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan
dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan
fleksibel. Walaupun menggunakan kata programming,
XP bukan hanya berfokus pada coding
tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak.
monggo diunduh
copas dari:
PUTU WIDHIARTHA
http://widhiartha.multiply.com Lagu Galau ... Jreng jreng
Ni dia lagu yang bingung banget gimana juga memaknainya antara hati ini sedang digantung atau kehilangan seseorang atau sedang setia menunggu orang yang dicinta
Terukir Di Bintang
by Yuna
Jika engkau minta intan permata
tak mungkin ku mampu.
Tapi sayang kan kucapai bintang
dari langit untukmu.
Jika engkau minta satu dunia
akan aku coba.
Ku hanya mampu jadi milikmu
pastikan kau bahagia.
Hati ini bukan milik ku lagi
Seribu tahun pun akan ku nantikan
Kamu.
Sayangku
Jangan kau persoalkan siapa dihatiku
Terukir di bintang, tak mungkin hilang
cintaku padamu.
silahkan diunduh
Apakah A* / A-star / Astar cocok untuk searching menggunakan Java Netbeans
lagi iseng iseng ngeblog lagi
eh terpikirkan untuk membahas tentang algoritma A*
akhir akhir ini di suatu kampus lagi ngetrend para dosen nya kasih tugas yang berhubungan dengan algoritma A*, BSF, tree, binary dan lain sebagainya
nah disini saya membahas tentang apakah A* cocok untuk diterapkan pada pembuatan aplikasi searching dengan menggunakan netbeans
pertama mari kita bahas tentang pengertian A*
Algorima A*, dapat juga disebut sebagai Algoritma A Star, merupakan salah satu contoh algoritma pencarian yang cukup popular di dunia. Beberapa terminologi dasar yang terdapat pada algoritma ini adalah simpul(node), simpul asal/mulai(source node), simpul akhir/tujuan(destination node), simpul sekarang(current node), openlist, closedlist, bestpath, biaya(cost), halangan(unwalkable/obstacle). Simpul(node) adalah petak-petak kecil sebagai representasi dari area pencarian(pathfinding). Bentuknya dapat berupa persegi, lingkaran, maupun segitiga. Simpul asal/mulai(source node) adalah sebuah terminologi untuk posisi awal sebuah benda. Simpul akhir/tujuan(destination node) adalah tempat tujuan yang ingin dicapai pada pencarian. Simpul sekarang(current node) adalah simpul terbaik sebelumnya yang dipilih dan menjadi titik acuan untuk membangkitkan simpul tetangganya(adjacent). Open list adalah tempat menyimpan data simpul yang diakses dari simpul asal/mulai(source node) atau dari tetangga simpul sekarang(current node) yang belum pernah berada di open list maupun closed list.Closed list adalah tempat menyimpan simpul yang pernah menjadi simpul sekarang(current node). Biaya biasanya disimbolkan dengan huruf F(total cost) adalah nilai yang diperoleh dari penjumlahan nilai G (actual cost) dengan nilai H(heuristic cost). Halangan/penghalang adalah simpul yang tidak dapat dilalui. Awal dari algoritma ini bekerja adalah dengan menentukan terlebih dahulu simpul asal(source node) dan simpul tujuan(destination node).
Simpul asal(source node) dijadikan sebagai acuan atau simpul sekarang(current node) dan semua simpul tetangga(adjacent) dari simpul sekarang(current node) dibangkitkan. Ketika simpul tetangga tersebut belum pernah berada di openlist maka hitung biaya G(actual cost) dan biaya H(heuristic cost). biaya G(actual cost) adalah biaya sebenarnya, biasanya berupa jarak yang pernah ditempuh. Tapi dalam kasus tertentu biaya G(actual cost) dapat berupa penjumlahan antara jarak dengan biaya medan (terrain cost). Kemudian menentukan parent dari simpul tersebut. Setelah biaya tersebut dihitung dan parent ditentukan kemudian simpul tersebut dimasukkan ke openlist. Jika simpul tetangga pernah berada di openlist maupun di closedlist maka biaya G(actual cost) diperiksa jika biayanya sudah paling optimal maka tidak perlu untuk merubah parentnya. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap simpul tetangga maka simpul sekarang(current node) dimasukkan ke closedlist dan setelah itu dipilih simpul sekarang(current node) yang baru. Pemilihan simpul sekarang(current node) yang baru adalah berdasarkan besarnya biaya F(total cost) yang terdapat pada simpul yang disimpan di openlist. Proses tersebut terus dilakukan sampai simpul sekarang(current node) adalah simpul tujuan. Kemudian setelah itu dilakukan proses penelusuran balik pada simpul parent dan disimpan di (bestpath).
jadi setelah sebegitu panjang pendeknya membaca dan searching searching di mbah google dapat disimpulkan jika algoritma A* lebih maksimal jika digunakan untuk diterapkan pada rancang bangun aplikasi game ketangkasan seperti puzzle
tetapi jangan khawatir sodara disini akan saya kasih sedikit contoh penghitungan jarak menggunakan A*
monggoh diunduh
mugi2 bermanfaat nggih
Alhamdulillah
Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya bisa eksis kembali di duania per blogger an hehehehehe
Kamis, 16 Desember 2010
CAK & NING (sikuel Makhluk Tuhan paling nggatheli part 3)
Mari kuliah Pengamen (Pengantar Manajemen) Boy ambek geng-e, yoiku Angga, Soni, karo Kosim cangkruk nang kantine Mbak Pat. Ate cangkruk nang endi maneh? Nang perpustakaan, pikire mahasiswa liane: “Gak salah, ta? Ketemplekan setan endi bangsat-bangsat iki mlebu nang perpus?” jare mahasiswa liane karo ngucek-ngucek matane.
Kate cangkruk nang mesjid, arek-arek SKI karo takmir mesjid wis mbatin “ Masya Allah…Astaghfirullah…mesjid kok ate digawe mabuk…”
Kate cangkruk nang parkiran, dipikir ate nyolong helm. Malah Kosim ndhase dicantoli arek helm.
“Eh, sori Mas, tak pikir sampean mau cantolane penitipan helm. Eh, tibake menungso...” jarene.
“Patek celeng!” sentak Kosim
“Mangkane ta Sim, nduwe rai elek iku ojok dideleh sembarangan. Yo gak salah nek mas iki mikir ndasmu cantolane helm, ancen modelmu lo koyok pekakas, gak koyok menungso umum,” Boy mbelani arek mau. Kosim mecucu thok ae.
Akhire yo yo-opo maneh, mau bagaimana lagi, gelem gak gelem yo nang warunge Mbak Pat.
“Mampir…yo mampir…” jare Mbak Pat karo mbenakno kutange. Arek-arek langsung mutah-mutah. Kutange lo, cak, bolong-bolong akeh penitine. Taline rantas kathik akeh bolote. Nggilani, cak.
“Ayo, cabut, rek! Ndelok raine wong iki, wetengku langsung kebelet ngising,” ajak Boy.
“Minggato-minggato…Gak duwe duwik ae cangkruk nang kafeku,” jare Mbak Pat.
“Kafe gathel ta…Triplek-e ditrombol tikus ae rubuh, kathik ngaku-ngaku kafe,” bales Boy.
Akhire arek-arek cangkruk nang toko kaos Cak-Cuk nang daerah Dharmawangsa.
“Opo iki, mbak?” Soni takok nang SPG-ne.
“Kertas, mas…” jare SPG-ne
“Wis ngerti, mbak…sopo ngarani iki gedebog! Maksudku iki formulir opo?” Soni takok karo mangkel.
“Wis ta lah, mas…sampean gak mungkin isok,” jare SPG iku nggregetno.
“Jasiiit…aku iki cumak takok, IKI FORMULIR OPO….?” Soni rodok emosi.
“Formulir lomba Cak dan Ning. Sing melok lo ayu-ayu karo ngganteng-ngganteng. Wajah sampean lo gak jelas…antara vespa ambek matic,” jare SPG-ne.
“Mbok kiro iki sepeda motor?” Soni gregeten.
“Wis ta lah, Son…koen ambek Kosim ancen gak isok melok lomba iki. Pertama wis jelas, raimu karo raine Kosim lumayan rusak. Kedua, sing melok lomba iki kudu wong sing KTP-ne Suroboyo. KTP-mu lo Malang, Kosim tambah gak jelas…nang endi-endi sing didudokno malah kartu Gaskin, Keluarga Miskin! LANJUTKAN!” jelas Boy.
“Gaskin matamu, Boy!” jare Kosim.
Moro-moro Anya karo Prita mlebu nang toko.
“Lho, lapo nang kene, rek?” takok Anya.
“Gak lapo-lapo, ndelok-ndelok kaos. Koen lapo?” takok Angga.
“Ate njupuk formulir lomba Cak dan Ning!” jare Anya.
“Koen ate melok, ta?” takok Angga.
“Iyo, koen melok-o po’o, Ngga! Koen pisan yo, Boy,” jare Anya.
“Emoh, nggilani, cuk,” tolak Boy.
“Eh, goblok, hadiahe lumayan lo Boy,” jare Anya.
“Opo?” takok Boy karo Angga barengan.
“Trophy, dhuwik, karo tiket pesawat nang Bali pp,”jare Anya.
“Temen, ta?” takok Boy.
“Tiket nang Bangkalan gak ada ya?” takok Kosim.
“Melok-o lomba Kerapan Sapi ae!” sentak Boy.
“Yo-opo, Ngga…melok ta gak?” takok Boy.
“Wis ta lah, melok ae…kene aku sing ndaftarno. Dino iki pendaftaran hari terakhir. Ayo kene takfoto karo hapeku, ngkok takcetakno pisan!” jare Anya karo moto Boy ambek Angga.
“Rai welek ae kathik melok Cak dan Ning,” protes Soni.
“Elek yo-opo se? Koyok Christian Sugiono ngene jare elek!” Boy mulai mekitik koyok asu.
“Christian Sugiono? Chris John kaleeee…” jare Soni.
“Nek raimu koyok Bokir ojok athik iri. Prita ndak ikut juga?’ takok Boy.
“Nggak lah, Boy, KTP gue kan Bandung, bukan Surabaya, mana bisa?” jare Prita.
***
Boy lagi kelesetan nang kamare. Abah lagi…mboh, ngurek-ngurek kupinge be’e. Umik lagi main playstation karo Yu Mi, babune.
“Ayo, Mi, PS mungsuh aku, sing kalah kudu mijeti sing menang, yo,” tantang Umik.
“Mboten, Bu, sampean nek main nakalan ngoten. Mengke nek wayahe sampean mijet, alasane ‘aku takngising sik, Yu Mi”. Nek gak ngono ‘aduh, Yu Mi, tanganku moro-moro kram” tolak Yu Mi.
“Wis ta, ojok ngecemes ae lambemu, ayo, timbangan koen engkok takpecat!” sentak Umik.
“Sorone yo…dadi babu. Ngene salah, ngono yo salah, juragan senengane ngomel….ae!” sambate Yu Mi.
“Sik lumayan aku, gak tau nyikso koen. Padahal saiki kan usume babu disetriko juragane. Opo babu dinyos rokok karo bos-e. Lagi ngetrend, lo Yu Mi,”
“Mari ngono dimutilasi. Sampean iku juragan ta Ryan, tukang Jagal?”
Moro-moro onok swarana telpon. Poooon….Eh, kriiiiiing.
“Yu Mi, angkaten telpone,” kongkon Umik.
“Walah, Bu, kok mesti….kulo sing dikongkon ngangkat telpon,” protes Yu Mi.
“Lha terus aku ngongkon sopo? Koen lo babuku. Lha mosok wong dodol es tebu ngarep iku dikongkon ngangkat telpon?”
“Bendino ngene yo bungkuk gegerku,” jare Yu Mi.
“Wis ta, ojok ngomel ae, paling-paling sing telpon bakul tempe gendakanmu iku. Kemalan…Sik tas duwe hape ae gayane telpan telpon!” sindir Umik.
“Sori, nggih, Bu…Mas Tommy lho nek telpon langsung teng hape kulo,” tolak Yu Mi.
“Jenenge asline Tompo ae athik diganti Tommy! Kemoncolen!”
“Kersane tah, Bu. Sampean mboten tumut mbancaki ae kakean protes,” jare Yu Mi ambek ngangkat telpon. “Halo, dengan Yu Mi disini, bisa saya bantu…”
“Yu Mi, Boy nang omah, ta? Endi areke?” takok Angga.
“Sopo iki? Lapo nggoleki Mas Boy, aku lho nganggur…”
“Wis tah Yu Mi, iki penting. Hape ne gak diangkat taktelpon.”
“Iyo…iyo… areke lo sik turu… tak gugahe sik,” saut Yu Mi.
Boy ngangkat telpon karo angop, mari keturon, ”Lapo, Ngga?”
“Boy, mene isuk awake dhewe diceluk gawe penyisihan Cak Ning nang balai kota. Ojok lali lo!” jare Angga.
“Yo wis, bareng ae yo…timbangane ijenan mrono koyok gajah kopoken,” jare Boy.
***
Isuk iki penyisihan Cak Ning, materi sing diuji yoiku wawasan tentang kota Suroboyo. Ujiane tertulis koyok UTS ngono iku. Hasile diumumno jam rolas awan. Sing dijupuk nang babak berikute arek seket. Selawe lanang, selawe wedok. Pas diumumno Boy karo Angga katut nang babak berikute. Anya katut pisan.
“Asiiik, awake dhewe katut limapuluh besar, Boy,” jare Anya.
“Iyo, tapi wetengku luwe, cuk! Wis jam rolas gak dikeki mangan. Panitiane yok opo se? dikorupsi be’e anggarane gawe mangan awan!” Boy bengok-bengok kaliren.
“Cangkemmu ojok banter-banter, ta! Koyok wong kemalan badhogan ae,” jare Angga.
“Lha terus yok opo…awake dhewe gak oleh mulih, nang kene gak dikeki mangan…” Boy marani wong sing nggawae keplek panitia.
“Paklik, pesertane gak dikeki mangan, ta?” Boy takok nang wong iku karo nyekeli wetenge. Koyok asu ancene.
“Lak-lek lak-lek… Mbok anggit aku iki bakul pentol ta? Sik, ta, dikeki…dikeki! Ojok nggarai gupuh ae ta!” Wonge ngomel ae ditakoki boy.
“Yo wis, nek ngono…Takenteni yo lek, yo…” jare asu iku.
Mari acara mangan awan, sesi berikute latihan mlaku nang panggung. Sing nglatih jenenge Mas Yance. Wonge rodok yok opo…ngono. Rodok gagah gemulai.
“Ayo…ayo….semua latihan dengan serius ye…biar nggak malu-maluin ike nanti kalau tampil di panggung,” jare Mas Yance.
“Ngga, pelatihe rodok gak beres yo..endel…” Boy mbisiki Angga.
“Ayo…itu lekong yang lagi bisik-bisik tetangga…pasti lagi ngrasani ike, ya!” sentak Mas Yance.
“Gak, kok mbak, eh mas, iku lo kupinge Angga onok semute.”
“Sutra bok, gak pake alesan…ayo berdua maju ke sindang…
“Ayo kamu yang tinggi, coba jalan dulu kayak yang ike ajarkan tadi..” kongkon Mas Yance.
Angga langsung mlaku nang catwalk.
“Aduh, nek…jalannya kok koyok wong kebelet ngising ngono sih…Ayo ganti yang satunya,” jare Mas Yance ngongkon Boy mlaku.
Boy mlaku karo wedi nek disentak karo Mas Yance.
“Oalah, yo…yo… iki malah mlakune koyok wong kabotan gandul ae. Mekekeh mekekeh,” sentak Mas Yance.
“Ancene kegeden, mas…” jare Boy koyok asu.
“Opone sing kegeden, hayo…”
“Celonoku lo kegeden…mlakune dadi mekekeh mekekeh,” Boy ngunjukno celonone.
Arek-arek ngguyu kabeh ndelok Boy koyok bedhes mlakune.
***
Dino iki pemilihan Cak Ning dimulai sesi interview. Pesertane diseleksi tekok seket, sing lolos dadi telungpuluh. Limolas lanang limolas wedok. Jurine onok telu. Pertanyaan gawe peserta macem-macem, saksire jurine. Koyok sing ditakokno nang Boy saiki.
“Sebagai orang Surabaya, apa yang kamu banggakan dari kota Surabaya ini?” takok juri sing lemu.
“Em…yang saya sukai dan saya banggakan dari Surabaya ini adalah makanannya. Kebetulan saya ini orangnya suka makan ya, alias kemalan badhogan kalau orang Surabaya bilang. Nah, macam-macam makanan khas Surabaya ini bener-bener gak ada tandingannya. Saya pikir gak ada yang bisa nyaingi kota ini dalam hal makanan, sepanjang yang saya ketahui. Ada rawon, rujak cingur, lontong balap, semanggi, soto ambengan, mi kluntung, soto sulung, tahu campur, tahu tek, lontong kikil, kupang lontong, nasi bebek, tempe penyet…pokoke top markotop,” Boy nyerocos.
“Lalu bagaimana cara mengenalkan makanan tersebut ke publik nasional ataupun internasional?” takok juri sing kribo.
“Ya…pertama harus dipatenkan mereknya dulu, daripada nanti diakui Malingsia, eh Malaysia sebagai makanan khas daerahnya. Eh, mana bisa ya? Memangnya di sana ada petis atau lento. Terus yang kedua adalah dibuat lebih keren, misalnya packagingnya. Misalnya kalau biasanya mi kluntung diadai piring, bisa disajikan di hotplate. Kan keren, Pak…”
“Ooo…begitu. Selain makanan, apa lagi?”
“Ya banyak Pak… tapi yang paling saya banggakan ya makananya. Ngomong-ngomong makanan, jadi lapar nih, Pak. Nanti siang lak ada konsumsinya ya, Pak?” takok Boy.
“Ya, ampun…sik jam sepuluh wis kaliren, Mas,” jare juri sing wedok.
“Ndak, buk..soale yang kemarin itu makan siange telat. Latihan mlaku koyok peragawati…terus….gak mangan-mangan.”
“Oalah… Mas ini ikut Cak Ning apa kemalan badhogan?”
“Masalahnya kalo saya gak makan itu, kaki saya itu gemeter, trus jalannya kak jadi ngedher, akhirnya dimarah-marahi terus sama yang nglatih jalan. Kathik yang nglatih itu orangnya judes, ngamukan.” sambat Boy.
“Hayo…ngrasani ike lagi ya…” Mas Yance moro-moro metu.
“Lho, kan…saya bilang apa. Durung garing lambeku ngomong, wonge wis cerok-cerok koyok bebek ate ngendhog,” jare Boy.
“Ye…lagi-lagi ye…ike bisa pusiiiing ngurusin ye. Aduh dewan juri yang terhormat dan mulia serta yang dipertuan agung, ike saranin peserta yang satu indang gak usah dilolosin aza. Bikin kacau acara deh, dewan juri yang berhati mulia dan bijaksana.”
“Lapo se…sing mutusno lo dewan juri, duduk sampean. Awakmu lo isoke cumak nglatih mlaku thok ambek ngomong smail … pose….blocking…. sopo sing gak isok, cak!” omel Boy.
“Liat tu dewan juri yang maha mendengar insan yang lemah ini. Doi selulit menghina ike yang berhati baik dan lembut ini.”
“Sudah, sudah…gak usah bertengkar. Malu, acara ini kan disiarkan di tivi dan diliput media cetak. Ayo saling maaf-maafan,” kongkon Dewan Juri.
“Minta maaf sama dia? Ne…ne…ne…Ike bisa diinfus dua kali duapuluh empat jam di rumah sakit kalo harus minta maaf sama dia,” Mas Yance gak gelem wawo.
“Diinfus? Mesisan cuci darah ae atau operasi plastik ganti kelamin yo gak popo!” towo Boy.
"Pokoknya saya tidak terima dengan penghinaan ini. Dewan juri harus mutusin milih dia atau ike. Kalau pilih dia, ike mau mundur dari kontes ini. Itu keputusan ike. Titik!”
“Aku lo gak ngurus awakmu maju ta mundur ta njengking ta kayang. Kalau dewan juri minta saya mundur saya gak papa. Kalah menang bukan tujuan saya ikut kontes ini. Arek suroboyo yo koyok ngene iki, cak! opo onoke. Nek kelakuanku dianggep gak sesuai ambek acara iki, yo wis, aku sing ngalah. Sepurane sing akeh, nedho nrimo!” jare Boy karo ninggalno panggung. Tapi Angga cepet-cepet munggah ambek nggowo es teh ditemplekno nang dhodhone Boy koyok iklan nang tivi. Boy rodok adem.
“Wis, ta Boy, gak popo njaluk sepuro Mas Yance. Anggepen ae wong gendeng. Aku males nerusno melok nek koen gak melok Boy,” Angga ngrayu Boy cek gelem njaluk sepuro.
Boy meneng ae ambek mecucu, “Yo wis, saya mau minta maaf demi lancarnya acara ini sampai selesai...Mbak, eh, mas…maafkan saya ya,” jare boy ambek ngekekno tangane.
“Apa, salaman sama Ye? Huh, najis!” tolak Mas Yance.
“Najis mattamu yo! Cuk, asu, raimu lo atase empat tujuh ae kakean model!” Boy esmosi maneh. Untung Angga cepet-cepet nemplekno es teh nang dhodhone maneh.
“Tuh, kan dewan juri yang adil dan tersohor…ike dikatain empat tujuh. Doi menghina ike lagi.”
“Empat tujuh itu apa?” takok juri karo bingung.
“Oalah…dewan jurine gak tau tombok togel. Empat tujuh itu kalau togel gambarnya orang banci,” jare arek-arek.
“Sudah…sudah…ayo Yance, kamu jangan ngambek lagi…Boy juga, jangan emosi lagi. Sini tangannya, ayo wawo. Gak oleh eker-ekeran maneh,” jare jurine ambek nggathukno tangane Mas Yance karo Boy.
***
Boy gak ngiro nek de’e katut nang grand final. Angga ambek Anya yo katut pisan. Acarane nang hotel Shangri La, disiarno live karo tivi lokal ambek interlokal pisan. Kabeh peserta nggawe kebaya ambek kudung, trus sing lanang yo nggawe batik ambek nggawe beskap trus ndhase dibebet udheng gawe klambi adate.
“Buk…niki lo, acara final Cak Ning disiarno teng tivi. Mengke lak wonten Mas Boy disoting,” jare Yu Mi
“Iyo ta Mi? sik…sik… tak telpone ibuk-ibuk arisan cek nontok Boy mlebu tivi. Anakku gitu lo…” jare Umik.
“Cepetan Buk, niki lo Mas Angga pun disoting,” jare Yu Mi.
Angga maju nang podium trus ngenalno awake dhewe.
“Good evening ladies and gentlemen, my name is Angga, I was born in Surabaya twenty years ago. Now I am a student in Karang Menjangan University majoring in management. I like music and sport, especially basketball. Thank’s for the time given to me, good evening,” Angga lancar ngomonge gak ndhredheg blas.
“Bahasa Belandane Mas Angga hebat nggih Buk…Mas Boy mosok saget… Misuh thok isoke. Faseh,” enyek Yu Mi.
“Ojok nyocot ae cangkemmu, Mi!” sentak Umik.
“Niru mboke…”jare Yu Mi kalem wedi krungu Umik.
Mari ngono Angga dikongkon nunjukno keahliane, nggowo gitar listrik nang panggung, terus main instrumental melodi lagune Dewa 19. penonton langsung keplok-keplok kabeh.
“Hebat nggih, Buk, gitarane Mas Angga. Mas Boy lo, paling get nyekel ecek-ecek, mosok entos gitaran.”
“Tak tampek temen lambemu lo, Mi, nek sik nyocot ae!”
“Opo maneh mboke…isoke ngomel thok…”jare Yu Mi kalem.
Wayahe Anya maju, de’e nunjukno keahliane. Nggowo sampur karo nari gambyong nang ndukur kendi. Penonton langsung tepuk tangan kabeh ambek suit-suit.
“Ayune…Mbak Anya…tariane apik, nggih Buk. Gerakane isok lemah gemulai koyok merak. Mas Boy mosok isok. Iyo nek joget ndangdutan, pinter de’e…” Yu Mi protes ae.
Klethak!!! “Aduh!!! Buk, kok kulo sampean sawat asbak se, loro niki lo ndhas kulo,” Yu Mi nggoceki ndhase sing menthol.
“Bah, pethal lak yo wis. Lha koen nyocot ae kit mau. Nek gak ngono gak mingkem lambemu!” Umik wis gregeten.
“Juragan sadis…KPRT. Kekerasan Pembantu Rumah Tangga!”
“Sebagai seorang perempuan, seandainya anda menjadi walikota Surabaya, apakah anda setuju dengan adanya lokalisasi Dolly? Apa tidak seharusnya ditutup saja?” takok juri nang Anya.
“Saya pikir kita harus cermat dalam hal ini. Eksitensi dolly bagaikan dua sisi mata uang yang dilematis. Di satu sisi adalah demoralisasi penduduk sekitar, namun di sisi lain adalah sumber penghasilan bagi banyak orang. Jadi menurut saya sebaiknya fungsi lokalisasi harus dikembalikan ke asalnya. Bahwa lokalisasi itu harus terisolir dari masyarakat luas. Jadi, saran saya, gak usah ditutup, tapi dipindahkan ke tempat yang jauh dari penduduk. Trus dipagar yang tinggi, dan diawasi dengan ketat siapa saja yang boleh masuk kesana. Baik PSKnya, penjual makanan, mucikari, atau siapa saja. Tidak seperti sekarang ini, anak kecil berangkat ngaji atau pulang sekolah saja bisa lihat dengan leluasa paha dengan rok mini yang diangkat tinggi-tinggi untuk menarik lelaki hidung belang,” jelas Anya.
Mari iklan nang tivi, gilirane Boy diceluk munggah panggung. Klambine dipasangi mikrophone wireless, dadi gak perlu nggawe mike maneh nang panggung. Tekok ngisor Mas Yance wis mecicil ae karo wanti-wanti cek Boy mlakune koyok sing diajarno de’e, gak mekekeh-mekekeh. Boy gupuh ae dipecicili koyok ngono.
Ayo mlaku, cepetan! Mas Yance ngekeki isyarat cek Boy cepet maju nang podium.
Boy maju ambek gupuh ngatur mlakune soale nggawe sewek. Apes, sik tas rong jangkah, sikile kecantol kabel sound system band sing sliweran. “Gedebug!!!” Boy tibo nyosop, ndhase ketatap jagrake gitar listrik. Penonton ngguyu kabeh ndelok kedadian iku.
“Jancuk…asu…picek matane be’e sing noto sound system iki, kabel sliweran koyok ngene dijarno ae!’ swarane Boy banter krungu nang salon. De’e gak sadar nek klambine dipasangi mikrophone. Penonton tambah ngguyu kekel ndelok Boy misuh-misuh. Mas Yance isin, ngamuk-ngamuk…sikile mancal-mancal njejeki kursi nang ngarepe.
“Krune goblok ancene, masang kabel ae gak enthos. Cuk, loro cangkemku ketatap jagrak!” Penonton tambah kekel ngguyune.
Boy ngadeg maneh karo ndeloki Mas Yance sing njambaki rambute dewe gara-gara stres.
“Lho, mas jarike suwek…yok opo iki…diterusno ta ganti disek?” Boy takok nang Mas Yance. Ancene goblok arek iku de’e gak sadar nek suarane mlebu nang salon. Disiarno live pisan. Penonton tambah ngakak. Mas Yance sing njaluk tambahan infuse.
Boy maju nang tengah ambek nggoceki jarike sing suwek. Cangkeme sik misuh-misuh gak jelas.Tivi sing nyiarno live, langsung nampilno iklan, onok sing nyiarno alasan gangguan teknis. Onok sing langsung nyiarno acara binatang-binatang, padahal duduk jam tayange. Onok sing langsung nyiarno siaran ulang Persebaya lawan Arema tahun 2006. TVRI langsung nyiarno dunia dalam berita, padahal sik jam wolu bengi.
“Yok nopo sih, Buk, Mas Boy niku…athik sampean wis kadung telpon ibu-ibu arisan pisan,” Yu Mi mulai adu-adu.
“Wis, koen ojok kakean cangkem. Boy iku ancene… huh… nggregetno. Ngisin-isini ancene!” Umik nyawat Yu Mi remote tivi.
“Oke, gak papa. Yang itu tadi adalah kecelakaan yang bisa saja terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sekarang coba kamu tunjukkan bakat kamu,” jare dewan juri.
Boy gak isok konsentrasi blas, gara-gara kedadian mau. Otake blank (asline yo gak onok isine). De’e lali ate nampilno opo.
Maaf, saya agak blank… eh, gini aja, saya mau nyanyi saja lah daripada pusing…Boy langsung nyanyi, “Garuda Pancasila… akulah pendukungmu… patriot proklamasi…” koyok arek SD, cuk.
Angga ambek Anya ngguyu kekel. Asu! Ancene arek gendeng Boy iki, batine.
“Prihatin bangsaku…tidak maju-maju..tidak maju-maju…tidak maju-maju.…” Penonton ngguyu ngakak ndelok kelakuane Boy sing koyok asu iku.
“Sudah…sudah… mendingan kamu melawak saja. Kayaknya kamu ada bakat jadi pelawak, bukan penyanyi,” saran jurine.
“Gini aja, dewan juri tak kasih tebakan. Penonton pisan…nek isok njawab takkeki satus ewu. Yok opo?” tantang Boy.
“Oke, apa tebakannya?” jare juri barengan.
“Opo bedane sepeda montor wedok karo wong wedok?”
Penonton rame kabeh nyobak njawab pertanyaane Boy.
“Ayo…mosok sakmene akehe gak onok sing isok… Ayo pak walikota…ikut njawab Pak, kalo bisa tak tambahi jadi rongatus ewu… Opo bedane sepeda montor wedok karo wong wedok…”
Dewan juri karo Penonton nyobak njawab tapi, gak onok sing isok. “Kathok…kathok… nyerah…” jare penonton.
“Jawabane, nek sepeda montor wedok iku dikumpo dhisek, baru ditumpaki... Lha nek wong wedok… ditumpaki dhisek baru..”
“DIKUMPO!!” jare penonton barengan ambek ngguyu. Dewan juri ngguyu thok ae ndelok kelakuane asu iku. “Ayo…yang terakhir, coba kamu buat pantun atau parikan!”
“Ngombe jamu gelase bathok..” jare Boy.
“Opo artine?” takok jurine.
“Jurine lemu hak isok ndhodhok,” jawab Boy.
Ha…ha…ha… juri sing loro ngguyu juri nang pojok sing ancene lemu. Juri sing lemu mrengut ae.
“Bo abo nak-kanak…” tambah Boy.
“Artine?” takok penonton.
“Juri sing kribo ambune sengak,” saut Boy.
Ha…ha…ha… ganti juri sing lemu ngguyu juri sing rambute kribo.
“Sampun nggih…kecap santen toya kelopo… yu painten ketiban cendelo…cekap semanten parikan kulo… tiyang nggantheng niki nyuwun ngapuro,” jare Boy terus mudhun panggung.
Sakwise kabeh finalis dites nang panggung, saiki wayahe pengumuman sopo sing dadi pemenang Cak dan Ning Suroboyo. Kabeh finalis munggah panggung maneh. Cak karo Ning Suroboyo tahun wingi yo melok munggah ambek nggowo selempang gawe pemenange. Mari ngono diumumno pemenang miss congineality, terus cak persahabatan, ning berbakat, ning favorit, dan lain-lain.
“Pemenang Cak dan Ning Surabaya tahun ini adalah… Cak Angga dan Ning Anya…..” penonton tepuk tangan kabeh, “Hadiah yang akan diterima adalah trophy bergilir, uang tunai, dan tiket wisata ke Bali pp…”
Kabeh royokan ngerangkul ambek nyalami Anya karo Angga. Mas Yance pisan…sok berjasa…
“Berikutnya yang terakhir untuk Cak favorit pilihan pemirsa, dengan sms terbanyak adalah….Cak…Booooooy…….” jare mc. Wong-wong nggoleki Boy…nang endi arek iki. Angga tolah-toleh, dipikir Boy nang panggung pisan. Tibake asu iku lagi mangan sego kotakan nang pojokan. Ancene kemalan badhogan temen.
“Sik…diluk…wetengku luwe, cuk!” jare Boy ambek mlayu munggah panggung. Kesusu-susu mlayu, lali nek nggawe jarik…nang ndukur panggung kesrimpet maneh sikile. “Brak!!”…Boy nyosop nibani Mas Yance sing lagi ngatur posisi nang pinggire panggung persis. Mas Yance kesurung njungkel tibo tekok ndukur panggung nang ngarepe dewan juri. Lumayan yo…dukure panggung ae sekitar sak meter setengah.
“Aduh…aduh…setan itu gak ada brentinya nyiksa ike… tolong ike diinfus…jauhkan ike dari syetan yang terejam itu,” jare Mas Yance, terus semaput…dalam kedamaian.
Kate cangkruk nang mesjid, arek-arek SKI karo takmir mesjid wis mbatin “ Masya Allah…Astaghfirullah…mesjid kok ate digawe mabuk…”
Kate cangkruk nang parkiran, dipikir ate nyolong helm. Malah Kosim ndhase dicantoli arek helm.
“Eh, sori Mas, tak pikir sampean mau cantolane penitipan helm. Eh, tibake menungso...” jarene.
“Patek celeng!” sentak Kosim
“Mangkane ta Sim, nduwe rai elek iku ojok dideleh sembarangan. Yo gak salah nek mas iki mikir ndasmu cantolane helm, ancen modelmu lo koyok pekakas, gak koyok menungso umum,” Boy mbelani arek mau. Kosim mecucu thok ae.
Akhire yo yo-opo maneh, mau bagaimana lagi, gelem gak gelem yo nang warunge Mbak Pat.
“Mampir…yo mampir…” jare Mbak Pat karo mbenakno kutange. Arek-arek langsung mutah-mutah. Kutange lo, cak, bolong-bolong akeh penitine. Taline rantas kathik akeh bolote. Nggilani, cak.
“Ayo, cabut, rek! Ndelok raine wong iki, wetengku langsung kebelet ngising,” ajak Boy.
“Minggato-minggato…Gak duwe duwik ae cangkruk nang kafeku,” jare Mbak Pat.
“Kafe gathel ta…Triplek-e ditrombol tikus ae rubuh, kathik ngaku-ngaku kafe,” bales Boy.
Akhire arek-arek cangkruk nang toko kaos Cak-Cuk nang daerah Dharmawangsa.
“Opo iki, mbak?” Soni takok nang SPG-ne.
“Kertas, mas…” jare SPG-ne
“Wis ngerti, mbak…sopo ngarani iki gedebog! Maksudku iki formulir opo?” Soni takok karo mangkel.
“Wis ta lah, mas…sampean gak mungkin isok,” jare SPG iku nggregetno.
“Jasiiit…aku iki cumak takok, IKI FORMULIR OPO….?” Soni rodok emosi.
“Formulir lomba Cak dan Ning. Sing melok lo ayu-ayu karo ngganteng-ngganteng. Wajah sampean lo gak jelas…antara vespa ambek matic,” jare SPG-ne.
“Mbok kiro iki sepeda motor?” Soni gregeten.
“Wis ta lah, Son…koen ambek Kosim ancen gak isok melok lomba iki. Pertama wis jelas, raimu karo raine Kosim lumayan rusak. Kedua, sing melok lomba iki kudu wong sing KTP-ne Suroboyo. KTP-mu lo Malang, Kosim tambah gak jelas…nang endi-endi sing didudokno malah kartu Gaskin, Keluarga Miskin! LANJUTKAN!” jelas Boy.
“Gaskin matamu, Boy!” jare Kosim.
Moro-moro Anya karo Prita mlebu nang toko.
“Lho, lapo nang kene, rek?” takok Anya.
“Gak lapo-lapo, ndelok-ndelok kaos. Koen lapo?” takok Angga.
“Ate njupuk formulir lomba Cak dan Ning!” jare Anya.
“Koen ate melok, ta?” takok Angga.
“Iyo, koen melok-o po’o, Ngga! Koen pisan yo, Boy,” jare Anya.
“Emoh, nggilani, cuk,” tolak Boy.
“Eh, goblok, hadiahe lumayan lo Boy,” jare Anya.
“Opo?” takok Boy karo Angga barengan.
“Trophy, dhuwik, karo tiket pesawat nang Bali pp,”jare Anya.
“Temen, ta?” takok Boy.
“Tiket nang Bangkalan gak ada ya?” takok Kosim.
“Melok-o lomba Kerapan Sapi ae!” sentak Boy.
“Yo-opo, Ngga…melok ta gak?” takok Boy.
“Wis ta lah, melok ae…kene aku sing ndaftarno. Dino iki pendaftaran hari terakhir. Ayo kene takfoto karo hapeku, ngkok takcetakno pisan!” jare Anya karo moto Boy ambek Angga.
“Rai welek ae kathik melok Cak dan Ning,” protes Soni.
“Elek yo-opo se? Koyok Christian Sugiono ngene jare elek!” Boy mulai mekitik koyok asu.
“Christian Sugiono? Chris John kaleeee…” jare Soni.
“Nek raimu koyok Bokir ojok athik iri. Prita ndak ikut juga?’ takok Boy.
“Nggak lah, Boy, KTP gue kan Bandung, bukan Surabaya, mana bisa?” jare Prita.
***
Boy lagi kelesetan nang kamare. Abah lagi…mboh, ngurek-ngurek kupinge be’e. Umik lagi main playstation karo Yu Mi, babune.
“Ayo, Mi, PS mungsuh aku, sing kalah kudu mijeti sing menang, yo,” tantang Umik.
“Mboten, Bu, sampean nek main nakalan ngoten. Mengke nek wayahe sampean mijet, alasane ‘aku takngising sik, Yu Mi”. Nek gak ngono ‘aduh, Yu Mi, tanganku moro-moro kram” tolak Yu Mi.
“Wis ta, ojok ngecemes ae lambemu, ayo, timbangan koen engkok takpecat!” sentak Umik.
“Sorone yo…dadi babu. Ngene salah, ngono yo salah, juragan senengane ngomel….ae!” sambate Yu Mi.
“Sik lumayan aku, gak tau nyikso koen. Padahal saiki kan usume babu disetriko juragane. Opo babu dinyos rokok karo bos-e. Lagi ngetrend, lo Yu Mi,”
“Mari ngono dimutilasi. Sampean iku juragan ta Ryan, tukang Jagal?”
Moro-moro onok swarana telpon. Poooon….Eh, kriiiiiing.
“Yu Mi, angkaten telpone,” kongkon Umik.
“Walah, Bu, kok mesti….kulo sing dikongkon ngangkat telpon,” protes Yu Mi.
“Lha terus aku ngongkon sopo? Koen lo babuku. Lha mosok wong dodol es tebu ngarep iku dikongkon ngangkat telpon?”
“Bendino ngene yo bungkuk gegerku,” jare Yu Mi.
“Wis ta, ojok ngomel ae, paling-paling sing telpon bakul tempe gendakanmu iku. Kemalan…Sik tas duwe hape ae gayane telpan telpon!” sindir Umik.
“Sori, nggih, Bu…Mas Tommy lho nek telpon langsung teng hape kulo,” tolak Yu Mi.
“Jenenge asline Tompo ae athik diganti Tommy! Kemoncolen!”
“Kersane tah, Bu. Sampean mboten tumut mbancaki ae kakean protes,” jare Yu Mi ambek ngangkat telpon. “Halo, dengan Yu Mi disini, bisa saya bantu…”
“Yu Mi, Boy nang omah, ta? Endi areke?” takok Angga.
“Sopo iki? Lapo nggoleki Mas Boy, aku lho nganggur…”
“Wis tah Yu Mi, iki penting. Hape ne gak diangkat taktelpon.”
“Iyo…iyo… areke lo sik turu… tak gugahe sik,” saut Yu Mi.
Boy ngangkat telpon karo angop, mari keturon, ”Lapo, Ngga?”
“Boy, mene isuk awake dhewe diceluk gawe penyisihan Cak Ning nang balai kota. Ojok lali lo!” jare Angga.
“Yo wis, bareng ae yo…timbangane ijenan mrono koyok gajah kopoken,” jare Boy.
***
Isuk iki penyisihan Cak Ning, materi sing diuji yoiku wawasan tentang kota Suroboyo. Ujiane tertulis koyok UTS ngono iku. Hasile diumumno jam rolas awan. Sing dijupuk nang babak berikute arek seket. Selawe lanang, selawe wedok. Pas diumumno Boy karo Angga katut nang babak berikute. Anya katut pisan.
“Asiiik, awake dhewe katut limapuluh besar, Boy,” jare Anya.
“Iyo, tapi wetengku luwe, cuk! Wis jam rolas gak dikeki mangan. Panitiane yok opo se? dikorupsi be’e anggarane gawe mangan awan!” Boy bengok-bengok kaliren.
“Cangkemmu ojok banter-banter, ta! Koyok wong kemalan badhogan ae,” jare Angga.
“Lha terus yok opo…awake dhewe gak oleh mulih, nang kene gak dikeki mangan…” Boy marani wong sing nggawae keplek panitia.
“Paklik, pesertane gak dikeki mangan, ta?” Boy takok nang wong iku karo nyekeli wetenge. Koyok asu ancene.
“Lak-lek lak-lek… Mbok anggit aku iki bakul pentol ta? Sik, ta, dikeki…dikeki! Ojok nggarai gupuh ae ta!” Wonge ngomel ae ditakoki boy.
“Yo wis, nek ngono…Takenteni yo lek, yo…” jare asu iku.
Mari acara mangan awan, sesi berikute latihan mlaku nang panggung. Sing nglatih jenenge Mas Yance. Wonge rodok yok opo…ngono. Rodok gagah gemulai.
“Ayo…ayo….semua latihan dengan serius ye…biar nggak malu-maluin ike nanti kalau tampil di panggung,” jare Mas Yance.
“Ngga, pelatihe rodok gak beres yo..endel…” Boy mbisiki Angga.
“Ayo…itu lekong yang lagi bisik-bisik tetangga…pasti lagi ngrasani ike, ya!” sentak Mas Yance.
“Gak, kok mbak, eh mas, iku lo kupinge Angga onok semute.”
“Sutra bok, gak pake alesan…ayo berdua maju ke sindang…
“Ayo kamu yang tinggi, coba jalan dulu kayak yang ike ajarkan tadi..” kongkon Mas Yance.
Angga langsung mlaku nang catwalk.
“Aduh, nek…jalannya kok koyok wong kebelet ngising ngono sih…Ayo ganti yang satunya,” jare Mas Yance ngongkon Boy mlaku.
Boy mlaku karo wedi nek disentak karo Mas Yance.
“Oalah, yo…yo… iki malah mlakune koyok wong kabotan gandul ae. Mekekeh mekekeh,” sentak Mas Yance.
“Ancene kegeden, mas…” jare Boy koyok asu.
“Opone sing kegeden, hayo…”
“Celonoku lo kegeden…mlakune dadi mekekeh mekekeh,” Boy ngunjukno celonone.
Arek-arek ngguyu kabeh ndelok Boy koyok bedhes mlakune.
***
Dino iki pemilihan Cak Ning dimulai sesi interview. Pesertane diseleksi tekok seket, sing lolos dadi telungpuluh. Limolas lanang limolas wedok. Jurine onok telu. Pertanyaan gawe peserta macem-macem, saksire jurine. Koyok sing ditakokno nang Boy saiki.
“Sebagai orang Surabaya, apa yang kamu banggakan dari kota Surabaya ini?” takok juri sing lemu.
“Em…yang saya sukai dan saya banggakan dari Surabaya ini adalah makanannya. Kebetulan saya ini orangnya suka makan ya, alias kemalan badhogan kalau orang Surabaya bilang. Nah, macam-macam makanan khas Surabaya ini bener-bener gak ada tandingannya. Saya pikir gak ada yang bisa nyaingi kota ini dalam hal makanan, sepanjang yang saya ketahui. Ada rawon, rujak cingur, lontong balap, semanggi, soto ambengan, mi kluntung, soto sulung, tahu campur, tahu tek, lontong kikil, kupang lontong, nasi bebek, tempe penyet…pokoke top markotop,” Boy nyerocos.
“Lalu bagaimana cara mengenalkan makanan tersebut ke publik nasional ataupun internasional?” takok juri sing kribo.
“Ya…pertama harus dipatenkan mereknya dulu, daripada nanti diakui Malingsia, eh Malaysia sebagai makanan khas daerahnya. Eh, mana bisa ya? Memangnya di sana ada petis atau lento. Terus yang kedua adalah dibuat lebih keren, misalnya packagingnya. Misalnya kalau biasanya mi kluntung diadai piring, bisa disajikan di hotplate. Kan keren, Pak…”
“Ooo…begitu. Selain makanan, apa lagi?”
“Ya banyak Pak… tapi yang paling saya banggakan ya makananya. Ngomong-ngomong makanan, jadi lapar nih, Pak. Nanti siang lak ada konsumsinya ya, Pak?” takok Boy.
“Ya, ampun…sik jam sepuluh wis kaliren, Mas,” jare juri sing wedok.
“Ndak, buk..soale yang kemarin itu makan siange telat. Latihan mlaku koyok peragawati…terus….gak mangan-mangan.”
“Oalah… Mas ini ikut Cak Ning apa kemalan badhogan?”
“Masalahnya kalo saya gak makan itu, kaki saya itu gemeter, trus jalannya kak jadi ngedher, akhirnya dimarah-marahi terus sama yang nglatih jalan. Kathik yang nglatih itu orangnya judes, ngamukan.” sambat Boy.
“Hayo…ngrasani ike lagi ya…” Mas Yance moro-moro metu.
“Lho, kan…saya bilang apa. Durung garing lambeku ngomong, wonge wis cerok-cerok koyok bebek ate ngendhog,” jare Boy.
“Ye…lagi-lagi ye…ike bisa pusiiiing ngurusin ye. Aduh dewan juri yang terhormat dan mulia serta yang dipertuan agung, ike saranin peserta yang satu indang gak usah dilolosin aza. Bikin kacau acara deh, dewan juri yang berhati mulia dan bijaksana.”
“Lapo se…sing mutusno lo dewan juri, duduk sampean. Awakmu lo isoke cumak nglatih mlaku thok ambek ngomong smail … pose….blocking…. sopo sing gak isok, cak!” omel Boy.
“Liat tu dewan juri yang maha mendengar insan yang lemah ini. Doi selulit menghina ike yang berhati baik dan lembut ini.”
“Sudah, sudah…gak usah bertengkar. Malu, acara ini kan disiarkan di tivi dan diliput media cetak. Ayo saling maaf-maafan,” kongkon Dewan Juri.
“Minta maaf sama dia? Ne…ne…ne…Ike bisa diinfus dua kali duapuluh empat jam di rumah sakit kalo harus minta maaf sama dia,” Mas Yance gak gelem wawo.
“Diinfus? Mesisan cuci darah ae atau operasi plastik ganti kelamin yo gak popo!” towo Boy.
"Pokoknya saya tidak terima dengan penghinaan ini. Dewan juri harus mutusin milih dia atau ike. Kalau pilih dia, ike mau mundur dari kontes ini. Itu keputusan ike. Titik!”
“Aku lo gak ngurus awakmu maju ta mundur ta njengking ta kayang. Kalau dewan juri minta saya mundur saya gak papa. Kalah menang bukan tujuan saya ikut kontes ini. Arek suroboyo yo koyok ngene iki, cak! opo onoke. Nek kelakuanku dianggep gak sesuai ambek acara iki, yo wis, aku sing ngalah. Sepurane sing akeh, nedho nrimo!” jare Boy karo ninggalno panggung. Tapi Angga cepet-cepet munggah ambek nggowo es teh ditemplekno nang dhodhone Boy koyok iklan nang tivi. Boy rodok adem.
“Wis, ta Boy, gak popo njaluk sepuro Mas Yance. Anggepen ae wong gendeng. Aku males nerusno melok nek koen gak melok Boy,” Angga ngrayu Boy cek gelem njaluk sepuro.
Boy meneng ae ambek mecucu, “Yo wis, saya mau minta maaf demi lancarnya acara ini sampai selesai...Mbak, eh, mas…maafkan saya ya,” jare boy ambek ngekekno tangane.
“Apa, salaman sama Ye? Huh, najis!” tolak Mas Yance.
“Najis mattamu yo! Cuk, asu, raimu lo atase empat tujuh ae kakean model!” Boy esmosi maneh. Untung Angga cepet-cepet nemplekno es teh nang dhodhone maneh.
“Tuh, kan dewan juri yang adil dan tersohor…ike dikatain empat tujuh. Doi menghina ike lagi.”
“Empat tujuh itu apa?” takok juri karo bingung.
“Oalah…dewan jurine gak tau tombok togel. Empat tujuh itu kalau togel gambarnya orang banci,” jare arek-arek.
“Sudah…sudah…ayo Yance, kamu jangan ngambek lagi…Boy juga, jangan emosi lagi. Sini tangannya, ayo wawo. Gak oleh eker-ekeran maneh,” jare jurine ambek nggathukno tangane Mas Yance karo Boy.
***
Boy gak ngiro nek de’e katut nang grand final. Angga ambek Anya yo katut pisan. Acarane nang hotel Shangri La, disiarno live karo tivi lokal ambek interlokal pisan. Kabeh peserta nggawe kebaya ambek kudung, trus sing lanang yo nggawe batik ambek nggawe beskap trus ndhase dibebet udheng gawe klambi adate.
“Buk…niki lo, acara final Cak Ning disiarno teng tivi. Mengke lak wonten Mas Boy disoting,” jare Yu Mi
“Iyo ta Mi? sik…sik… tak telpone ibuk-ibuk arisan cek nontok Boy mlebu tivi. Anakku gitu lo…” jare Umik.
“Cepetan Buk, niki lo Mas Angga pun disoting,” jare Yu Mi.
Angga maju nang podium trus ngenalno awake dhewe.
“Good evening ladies and gentlemen, my name is Angga, I was born in Surabaya twenty years ago. Now I am a student in Karang Menjangan University majoring in management. I like music and sport, especially basketball. Thank’s for the time given to me, good evening,” Angga lancar ngomonge gak ndhredheg blas.
“Bahasa Belandane Mas Angga hebat nggih Buk…Mas Boy mosok saget… Misuh thok isoke. Faseh,” enyek Yu Mi.
“Ojok nyocot ae cangkemmu, Mi!” sentak Umik.
“Niru mboke…”jare Yu Mi kalem wedi krungu Umik.
Mari ngono Angga dikongkon nunjukno keahliane, nggowo gitar listrik nang panggung, terus main instrumental melodi lagune Dewa 19. penonton langsung keplok-keplok kabeh.
“Hebat nggih, Buk, gitarane Mas Angga. Mas Boy lo, paling get nyekel ecek-ecek, mosok entos gitaran.”
“Tak tampek temen lambemu lo, Mi, nek sik nyocot ae!”
“Opo maneh mboke…isoke ngomel thok…”jare Yu Mi kalem.
Wayahe Anya maju, de’e nunjukno keahliane. Nggowo sampur karo nari gambyong nang ndukur kendi. Penonton langsung tepuk tangan kabeh ambek suit-suit.
“Ayune…Mbak Anya…tariane apik, nggih Buk. Gerakane isok lemah gemulai koyok merak. Mas Boy mosok isok. Iyo nek joget ndangdutan, pinter de’e…” Yu Mi protes ae.
Klethak!!! “Aduh!!! Buk, kok kulo sampean sawat asbak se, loro niki lo ndhas kulo,” Yu Mi nggoceki ndhase sing menthol.
“Bah, pethal lak yo wis. Lha koen nyocot ae kit mau. Nek gak ngono gak mingkem lambemu!” Umik wis gregeten.
“Juragan sadis…KPRT. Kekerasan Pembantu Rumah Tangga!”
“Sebagai seorang perempuan, seandainya anda menjadi walikota Surabaya, apakah anda setuju dengan adanya lokalisasi Dolly? Apa tidak seharusnya ditutup saja?” takok juri nang Anya.
“Saya pikir kita harus cermat dalam hal ini. Eksitensi dolly bagaikan dua sisi mata uang yang dilematis. Di satu sisi adalah demoralisasi penduduk sekitar, namun di sisi lain adalah sumber penghasilan bagi banyak orang. Jadi menurut saya sebaiknya fungsi lokalisasi harus dikembalikan ke asalnya. Bahwa lokalisasi itu harus terisolir dari masyarakat luas. Jadi, saran saya, gak usah ditutup, tapi dipindahkan ke tempat yang jauh dari penduduk. Trus dipagar yang tinggi, dan diawasi dengan ketat siapa saja yang boleh masuk kesana. Baik PSKnya, penjual makanan, mucikari, atau siapa saja. Tidak seperti sekarang ini, anak kecil berangkat ngaji atau pulang sekolah saja bisa lihat dengan leluasa paha dengan rok mini yang diangkat tinggi-tinggi untuk menarik lelaki hidung belang,” jelas Anya.
Mari iklan nang tivi, gilirane Boy diceluk munggah panggung. Klambine dipasangi mikrophone wireless, dadi gak perlu nggawe mike maneh nang panggung. Tekok ngisor Mas Yance wis mecicil ae karo wanti-wanti cek Boy mlakune koyok sing diajarno de’e, gak mekekeh-mekekeh. Boy gupuh ae dipecicili koyok ngono.
Ayo mlaku, cepetan! Mas Yance ngekeki isyarat cek Boy cepet maju nang podium.
Boy maju ambek gupuh ngatur mlakune soale nggawe sewek. Apes, sik tas rong jangkah, sikile kecantol kabel sound system band sing sliweran. “Gedebug!!!” Boy tibo nyosop, ndhase ketatap jagrake gitar listrik. Penonton ngguyu kabeh ndelok kedadian iku.
“Jancuk…asu…picek matane be’e sing noto sound system iki, kabel sliweran koyok ngene dijarno ae!’ swarane Boy banter krungu nang salon. De’e gak sadar nek klambine dipasangi mikrophone. Penonton tambah ngguyu kekel ndelok Boy misuh-misuh. Mas Yance isin, ngamuk-ngamuk…sikile mancal-mancal njejeki kursi nang ngarepe.
“Krune goblok ancene, masang kabel ae gak enthos. Cuk, loro cangkemku ketatap jagrak!” Penonton tambah kekel ngguyune.
Boy ngadeg maneh karo ndeloki Mas Yance sing njambaki rambute dewe gara-gara stres.
“Lho, mas jarike suwek…yok opo iki…diterusno ta ganti disek?” Boy takok nang Mas Yance. Ancene goblok arek iku de’e gak sadar nek suarane mlebu nang salon. Disiarno live pisan. Penonton tambah ngakak. Mas Yance sing njaluk tambahan infuse.
Boy maju nang tengah ambek nggoceki jarike sing suwek. Cangkeme sik misuh-misuh gak jelas.Tivi sing nyiarno live, langsung nampilno iklan, onok sing nyiarno alasan gangguan teknis. Onok sing langsung nyiarno acara binatang-binatang, padahal duduk jam tayange. Onok sing langsung nyiarno siaran ulang Persebaya lawan Arema tahun 2006. TVRI langsung nyiarno dunia dalam berita, padahal sik jam wolu bengi.
“Yok nopo sih, Buk, Mas Boy niku…athik sampean wis kadung telpon ibu-ibu arisan pisan,” Yu Mi mulai adu-adu.
“Wis, koen ojok kakean cangkem. Boy iku ancene… huh… nggregetno. Ngisin-isini ancene!” Umik nyawat Yu Mi remote tivi.
“Oke, gak papa. Yang itu tadi adalah kecelakaan yang bisa saja terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sekarang coba kamu tunjukkan bakat kamu,” jare dewan juri.
Boy gak isok konsentrasi blas, gara-gara kedadian mau. Otake blank (asline yo gak onok isine). De’e lali ate nampilno opo.
Maaf, saya agak blank… eh, gini aja, saya mau nyanyi saja lah daripada pusing…Boy langsung nyanyi, “Garuda Pancasila… akulah pendukungmu… patriot proklamasi…” koyok arek SD, cuk.
Angga ambek Anya ngguyu kekel. Asu! Ancene arek gendeng Boy iki, batine.
“Prihatin bangsaku…tidak maju-maju..tidak maju-maju…tidak maju-maju.…” Penonton ngguyu ngakak ndelok kelakuane Boy sing koyok asu iku.
“Sudah…sudah… mendingan kamu melawak saja. Kayaknya kamu ada bakat jadi pelawak, bukan penyanyi,” saran jurine.
“Gini aja, dewan juri tak kasih tebakan. Penonton pisan…nek isok njawab takkeki satus ewu. Yok opo?” tantang Boy.
“Oke, apa tebakannya?” jare juri barengan.
“Opo bedane sepeda montor wedok karo wong wedok?”
Penonton rame kabeh nyobak njawab pertanyaane Boy.
“Ayo…mosok sakmene akehe gak onok sing isok… Ayo pak walikota…ikut njawab Pak, kalo bisa tak tambahi jadi rongatus ewu… Opo bedane sepeda montor wedok karo wong wedok…”
Dewan juri karo Penonton nyobak njawab tapi, gak onok sing isok. “Kathok…kathok… nyerah…” jare penonton.
“Jawabane, nek sepeda montor wedok iku dikumpo dhisek, baru ditumpaki... Lha nek wong wedok… ditumpaki dhisek baru..”
“DIKUMPO!!” jare penonton barengan ambek ngguyu. Dewan juri ngguyu thok ae ndelok kelakuane asu iku. “Ayo…yang terakhir, coba kamu buat pantun atau parikan!”
“Ngombe jamu gelase bathok..” jare Boy.
“Opo artine?” takok jurine.
“Jurine lemu hak isok ndhodhok,” jawab Boy.
Ha…ha…ha… juri sing loro ngguyu juri nang pojok sing ancene lemu. Juri sing lemu mrengut ae.
“Bo abo nak-kanak…” tambah Boy.
“Artine?” takok penonton.
“Juri sing kribo ambune sengak,” saut Boy.
Ha…ha…ha… ganti juri sing lemu ngguyu juri sing rambute kribo.
“Sampun nggih…kecap santen toya kelopo… yu painten ketiban cendelo…cekap semanten parikan kulo… tiyang nggantheng niki nyuwun ngapuro,” jare Boy terus mudhun panggung.
Sakwise kabeh finalis dites nang panggung, saiki wayahe pengumuman sopo sing dadi pemenang Cak dan Ning Suroboyo. Kabeh finalis munggah panggung maneh. Cak karo Ning Suroboyo tahun wingi yo melok munggah ambek nggowo selempang gawe pemenange. Mari ngono diumumno pemenang miss congineality, terus cak persahabatan, ning berbakat, ning favorit, dan lain-lain.
“Pemenang Cak dan Ning Surabaya tahun ini adalah… Cak Angga dan Ning Anya…..” penonton tepuk tangan kabeh, “Hadiah yang akan diterima adalah trophy bergilir, uang tunai, dan tiket wisata ke Bali pp…”
Kabeh royokan ngerangkul ambek nyalami Anya karo Angga. Mas Yance pisan…sok berjasa…
“Berikutnya yang terakhir untuk Cak favorit pilihan pemirsa, dengan sms terbanyak adalah….Cak…Booooooy…….” jare mc. Wong-wong nggoleki Boy…nang endi arek iki. Angga tolah-toleh, dipikir Boy nang panggung pisan. Tibake asu iku lagi mangan sego kotakan nang pojokan. Ancene kemalan badhogan temen.
“Sik…diluk…wetengku luwe, cuk!” jare Boy ambek mlayu munggah panggung. Kesusu-susu mlayu, lali nek nggawe jarik…nang ndukur panggung kesrimpet maneh sikile. “Brak!!”…Boy nyosop nibani Mas Yance sing lagi ngatur posisi nang pinggire panggung persis. Mas Yance kesurung njungkel tibo tekok ndukur panggung nang ngarepe dewan juri. Lumayan yo…dukure panggung ae sekitar sak meter setengah.
“Aduh…aduh…setan itu gak ada brentinya nyiksa ike… tolong ike diinfus…jauhkan ike dari syetan yang terejam itu,” jare Mas Yance, terus semaput…dalam kedamaian.
Langganan:
Postingan (Atom)

